• Mempersiapkan Anak Anda



    Ketika Anda sudah menemukan taman bermain yang cocok bagi si tiga tahun, berikan waktu kepada anak supaya ia terbiasa dengan konsep bersekolah tersebut.
    Untuk membantu anak Anda:
    ·         Bicarakan tentang memulai kelas taman bermain dan membaca buku tentangnya.
    ·         Jelaskan rutinitasnya, dari persiapan di pagi hari, lalu berjalan atau berkendara ke taman bermain, hingga hal-hal yang dapat terjadi pada hari tersebut.
    ·         Pastikan anak Anda bertemu dengan gurunya sebelum hari pertamanya.

    Memulai Sekolah Dasar
    Tidak semua anak mulai memasuki lembaga pendidikan pada waktu yang bersamaan. Di Inggris, biasanya anak mulai masuk SD di usia empat atau lima tahun, tapi di negara-negara lainnya bisa mencapai usia enam tahun atau lebih.

    Sebuah Transisi Besar
    Masa transisi dari rumah atau tempat penitipan anak ke lingkungan pendidikan yang lebih terstruktur bisa menjadi periode yang melelahkan, dan juga menggelisahkan bagi Anda. Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah apakah anak Anda benar-benar sudah siap sekolah (lihat halaman 70). Anda perlu memberinya banyak dukungan serta ketenangan. Pahamilah bahwa rasa takut anak untuk berpisah dari Anda merupakan tanda normal dari perkembangan ikatan serta emosi yang sehat.

    Bersama Teman-teman Lainnya
    Sebuah lingkungan rumah yang kondusif mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan anak. Tetapi, untuk perkembangan emosi serta kognisi yang sehat, ada baiknya ia berada di dekat anak-anak berusia sebaya. Jika si kecil berada di rumah bersama Anda, bukan di tempat penitipan anak ataupun sekolah, pastikan ia memiliki interaksi teratur dan kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lainnya.

    1. Bawalah ia ke taman bermain dan ruang kelasnya sebelum hari pertamanya agar ia sudah memiliki sedikit bayangan.

    2. Jadikan memasuki taman bermain adalah peristiwa yang patut dirayakan. Belikan anak tas punggung dan kotak makanan baru, dan mintalah ia untuk membantu Anda menyiapkan bekal makan siangnya.

    3.Yakinkan anak Anda dengan memberi tahu secara jelas siapa yang akan menjemputnya, kapan dan, tentunya, memastikan Anda akan datang tepat waktu.

    4. Biarkan ia membawa benda penenang favoritnya jika ia mau, yang dapat membantu memudahkan proses transisi dari rumah ke taman bermain.

    5. Bersiap-siaplah menghadapi perasaan takut berpisahnya. Hal ini normal dan wajar.

    6. Jangan menungguinya. Hal ini hanya akan mempersulit Anda berdua.

    7. Ingatlah, banyak anak yang menolak pergi ke taman bermain dan sekolah, tapi kemudian keluar dengan wajah berseri-seri. Inilah yang Anda harapkan!

0 comments:

Post a Comment

Teman